Sabtu, 21 Maret 2009

Buat siapa saja yang sedang terjegah dari Keberanian

Kita membutuhkan ruang untuk menampung keberadaan kita di dalam kehidupan ini. Ada yang membutuhkan sedikit, ada yang menginginkan banyak, dan ada yang tidak menyadari bahwa dia telah menduduki ruang yang seharusnya membahagiakannya.

Sebetulnya kita hanya membutuhkan ruang selebar kedua telapak kaki kita di ruang mana pun, tetapi untuk memasuki ruang baru yang belum kita kenal – kita sering menuntut agar disiapkan bagi kita sebuah ruangan yang lebih luas.

Sebetulnya tidak ada kekuatan di luar diri ini yang bisa menghalangi keputusan hati kita untuk pindah dan memasuki ruang baru yang lebih baik; tetapi … walaupun penting dan harus – kita masih saja berkutat dalam keraguan, seolah untuk itu kita membutuhkan tenaga yang sebanding dengan kekuatan untuk memindahkan gunung.

Sebetulnya setiap ruangan memiliki setidaknya satu pintu masuk, yang belum tentu terkunci, dan bila terkunci pun – akan selalu ada cara untuk membukanya.

Tetapi, sebuah ruangan yang tidak berpintu pun, dan yang terbuka lebar, akan tampil sama tak tertembusnya dengan dinding bukit granit - bagi hati yang menggunakan formula pikir dan peta rasa yang usang, yang selama ini membuatnya merasa lebih tua dari kebanyakan orang muda yang lebih sejahtera daripada-nya.

Untuk sahabat kita yang terlalu berhitung itu, tanyakanlah ini kepadanya:

Bila engkau sering menari dalam teater imajinasi kreatif mu, dengan kebanggaan yang tetap kau jaga tidak angkuh,

membayangkan bagaimana kau ajarkan cara-cara yang lebih baik kepada orang lain, menguraikan kelemahan pada pendapat orang lain, merincikan kekurangan yang harus diperbaiki oleh para pemimpin besar –

bila engkau mampu untuk itu semua,

mengapakah tidak kau gunakan kekuatan mu itu untuk memulai sebuah perubahan kecil yang akan mengantarkan mu ke ruangan yang lebih ramah bagi keinginan-keinginan dari hati bebas mu?

Dan ini yang aku ingatkan kepada mu; bahwa …

Bukan kurangnya pengetahuan yang menghalangi keberhasilan, tetapi tidak cukupnya tindakan.

dan

Bukan kurang cerdasnya pemikiran yang melambatkan perubahan hidup ini, tetapi kurangnya penggunaan dari pikiran dan kecerdasan.

Maka, … apakah langkah kecil mu yang berani, yang akan membangun keberadaan hidup mu – menjadi sejarah yang membanggakan bagi keturunan mu?

Kapan kah kau akan memulainya?

Apakah engkau masih akan tetap menggunakan formula pikir dan peta rasa yang telah selama ini membuatmu sulit merasa percaya diri di hadapan mereka yang lebih lemah tetapi yang lebih berani daripada mu?


Seharusnya kekuatanmu berpihak kepada tindakan-tindakan berani yang memuliakanmu.

Bila penggunaan pikiran dan rasa mu itu menyita waktu, berlarut-larut, dan menjadikan mu penunda yang menua – maka bukan kecerdasan yang berbicara dan menguasai diri mu, tetapi ketakutan.

Di dalam kecanggihan pikiran dan kepekaan rasa mu, engkau menukar kekuatan dengan ketakutan.

Untuk hal seperti ini, engkau tidak akan tahu – bila engkau tidak diberi tahu.

Lalu,

Kenikmatan apa lagi kah yang masih kau pertahankan dari rasa takut mu, yang bisa membuatmu mengabaikan pengetahuan yang baik bagi mu?


Maka berkasih-sayanglah engkau kepada dirimu itu.

Dia, diri mu itu - mungkin banyak berteman, tetapi dia sebetulnya sendiri. Dia mungkin ramai melantunkan canda dan tawa untuk orang lain, tetapi dia sebetulnya kesepian dan tersiksa dengan kesadarannya sendiri tentang kelambatan hidupnya sendiri.

Duduk dan berbincanglah dengannya. Yang ramah, yang pengasih, dan pastikanlah engkau sabar mendengarkan bicaranya yang mungkin tidak menentu maksudnya.

Mungkin dia akan memulai menjelaskan kepadamu bahwa keberhasilan itu tidak perlu. Mungkin dia akan berkata, hidup sederhana itu lebih baik, tidak repot dan tidak mencari masalah. Untuk apa kaya kalau tidak bahagia?, itu mungkin dalilnya.

Janganlah kau ingatkan dia, tunda dulu, jangan kau ingatkan kepadanya bahwa ada juga orang yang kaya dan berbahagia. Jangan kau tanyakan kepadanya, bagaimana orang yang kekurangan dapat merasa sama lengkapnya dengan mereka yang lebih lengkap?

Dan sama sekali, tunda dulu nasehat mu bahwa,

Hidup itu harus hebat, kuat, luas, besar, dan bermanfaat; … yang sederhana itu adalah sikap-nya.

Bila kau biarkan dirimu itu menjelaskan mengapa dia belum berupaya sekeras dan sebaik yang mungkin dilakukannya, dia akan akhirnya sampai pada patahan-patahan kalimat bahwa dia sangat berperan dalam pencapaian kualitas apa pun yang sekarang sedang dikeluhkannya.

Keberanian.

Bila ada pelajaran yang harus segera kau perbarui pengertiannya kepada sahabat terdekat yang namanya diri mu itu, maka pelajaran itu adalah tentang keberanian – sebuah nama bagi kesediaan untuk bertindak yang didasari oleh pengertian yang baik.

(copy-paste mario teguh)

Senin, 16 Maret 2009

'SigN'

'SigN' populrnya..yang dalam bahasa indonesia sendiri 'Pertanda' atau apalah,yang notabene adalah sebuah peringatan untuk kita bahwasanya kita akan mendapatkan sesuatu entah itu Baik ataupun Buruk. Sebagian orang mempunyai kepekaan yang dapat menjawab 'Pertanda' tersebut atau menerima 'Sign' lalu mengubah menjadi data-data dan menerjemahkan data-data tersebut, mungkin merekapun selalu bisa memecahkan masalah yang mereka hadapi tetapi entahlah...

Biasanya seseorang yang memiliki indra ke6 atau dalam bahasa inggrisnya 'SiXth SensE' bisa membaca sinyal-sinyal tersebut dan sinyal itu beraneka ragam,akan tetapi tidak ubahnya dengan orang biasa yang tidak memiliki 'SiXth SensE' juga sering kali mendapat sebuah sinyal yang akan memberikan 'Clue' (campur-campur nich bahasanya Hehehe) ya petunjuklah kalo gitu...akan tetapi dalam kasus ini mereka tidak langsung menagkap sinyal tersebut mungkin setelah kejadian baru mereka akan menyadari sinyal tadi adalah sebuah petunjuk untuk sebuah kejadian yang sudah terjadi.

Rabu, 07 Januari 2009

Perjalanan

Wow...sudah lama g ngisi blog ini padahal minimal harus Update tapi malah jarang2 hehe
maklumlah seorang pemales yang mencoba menyemangati dirinya sendiri yang notabene g pernah bener namanya juga Ki Blangsak hehe..
Btw kali ini gw pengen banget banget bercerita tentang sebuah perjalanan yang panjang karena hidup adalah sebuah perjalanan yang kita sendiri g tau akan berhenti dimana nantinya, Meskipun kita sudah punya rencana atau sebuah hal yang haarus kita jalani pasti ada saja yang terlewat atau terlupa mungkin hal itu yang mencirikan bahwa 'No bodys perfect' atau apalah sebutanya. Mungkin gw lebih bisa mengakui bahwa diri gw sendirilah yang menghancurkan semuanya entah itu apa yang gw kerjakan atau itu yg gw rencanakan akan tetapi gw selalu berfikir bahwa kita semua pasti bisa memperbaiki apapun yang pernah kita hancurkan dan mungkin itu juga yang mengajarkan kita dalam kehidupan ini bahwa tidak ada sesuatupun kehidupan yang kekal didunia ini yang selalu menjadi sebuah misteri dari kehidupan yang fana ini 9 sok wise gt gw Hehe )
Tapi yang pasti selama ini gw selalu mencoba membuat sebuah masa lalu sebagai pelajaran yang sangat berharga dan masa kini adalah hal yang harus dibuat menjadi lebih baik, baik, baik dan lebih baik dari sebelumnya dan masa depan sendiri meskipun akan selalu menjadi sebuah misteri tapi gw harus selalu berusa berfikir untuk menjadi baik dengan kata lain berfikir positif tentang masa depan dan kuncinya adalah selalu mengatakan ini akan menjadi lebih baik lagi dan akan lebih baik....
Mungkin bukan gw aja yang akan berkats demikian akan tetapi gw selalu menanamkan bahwa hal itu harus menjadi pemikiran dasar bahwa kit harus selau menjadi lebih baik dari sebelumnya. Meskipun bukan kita yang menetukan tapi kita bisa merencanakan dengan berbagai cara agar menjadi lebih baik.......Baik...Baik...Baik...dan Lebih Baik lagi
So..jalani hidup ini dengan penuh peraya diri bahwa kita harus selalu memperbaiki segala sesuatunya agar menjadi lebih baik.

Selasa, 16 Desember 2008

Sebuah Pertemuan

Tanpa kau, riduku melaut ditengah samudra sepi.
Bersama lembar malam yang tak henti-henti hitamnya berganti,
Segenggam rasa hampa menyesak rongga dada!
Menyulut air mataku berkubang diatas bantal..
Begitu berartinya suaraku pendar,
Hidaupkan senyum beku kita
Air mata kita tumpah membaca wajah bulan yang melengkungkan senyumnya diakhir kenangan indah..
Begitu berartinya sebuah pertemuan, Bagiku, Bagiku yang hanya dapat memanfa'atkan 2 jam kebersamaan, selebihnya dunia menelan kita.
Tanpa kau rinduku bersarang nyaman dibalutan lamun, Coba undang meski bayang, wajahmu yang selalu tebarkan tawa...
Begitu berartinya sebuah pertemuan meski mendung tebal sangat...dan gemuruh petirbersautan..!!!
Rinduku begitu lukakan sukma karena yang kita susun sudah sejak lama, Tetap harus dan selalu bertumpahkan air mata lewat kata-kata yang terurai diwajah bulan.
Dapat kurasakan air mata mu yang berhamburan itu..Hujani wajahku..
Kita bersama sembab malam ini.
Aku ingin Bunuh dendamku pada hari, pada semua batu-batu krikil dijalan kita, Jika sekurangnya bisa mengubah seluruh arti sebuah pertemuan.
Bagiku, bagikau yang tak pernah ingin jarak hidup memisahkan dimensi kita yang kejam, Kenapa tak satu tiangpun retu berdiri diantara kisi-kisi cinta,
Kenapa tak goyah pula semua yang kita punya?
Tanpa kau enggan sungguh kulepaskan pelukan, jika bukan waktu yang gerayangi malam, saat ini bukn sedih , cuma yang kuasa...
Begitu berartinya sebuah pertemuan, yang cuma 2 jam, namun berhiaskan kemesraan Malam ini, mungkin amanat tuhan yang tak mengizinkan, Dan kita harus Paham!
acdai kata waktu ini dapat berhenti sudah berlari kukejar kau untuk pergi,
Dan pertemuan ini buan mimpi seih kita malam ini....


aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa kangen..........

Senin, 15 Desember 2008

Takdir

Setiap orang dibayang-bayangi oleh takdirnya yang notabene seperti apa bentuk takdir itu sendiri belum diketahui, entah takdir itu kotak, bulat, lonjong atau apalah bentuknya dan ketika ada yang mengetahui bahwa takdirnya adalah bulat bukan kotak seperti yang orang tersebut inginkan sudah pasti orang tersebut akan menyesalinya.                                                                                                Dengan kata lain takdir itu sendiri harus kita yang menentukan atau malah mengingkarinya yang entah dengan cara apa kita harus membentuk atau mengingkarinya??hanya diri kita lah yang bakal menemukan jawabannya.

Lucu memang bahwa kita harus mempercayai sebuah TAKDIR yang belum tentu milik kita atau itu hanya limpahan dari seseorang yang belum kita kenal sebelumnya, itu sich tikak mungkin akan tetapi  apa sich yang tidak mungkin di dunia ini??Semua hal bisa terjadi hal yang paling tidak kita inginkan saja bisa terjadi koq apa lagi hanya sebuah takdir....

Mungkin memang kitalah yang harus menentukan takdir kita atau malah harus mengingkarinya??

Jumat, 12 Desember 2008

Antara Peramal yang Belajar dan Peramal darah keturunan.

Ada perbedaan antara peramal yang sudah memiliki bakat atau dari darah keturunan dan peramal yang belajar dari nol..Sebenarnya perbedaan itu tidak terlihat dari kasat mata (ya iyalah hehe)melainkan ketika kita diramal olehnya baru kita merasa ada perbedaanya, Nah yang membuat seru adalah ketika seorang peramal yang belajar ingin mempelajari dunia ramal lebih dalam lagi atau meningkakan ilmunya tersebut. dan masih banyak lagi yang mungkin belum gw jelaskan soalnya kalo gw jelasin smua itu g mungkin sama aja gw buat buku baru dengan isi yang sudah ada dun hehehee...

Kamis, 11 Desember 2008



Saat buka praktek dikemang saya hanya menggunakan kostum seperti ini dan menggunakan kaos serta jins dan 1 lagi biar g kedinginan saya juga menggunaka sebuah jas hehe